STUD[IE] UTS Semester Genap
0
comments
Kanopi FEUI
-
STUD[IE] UTS SEMESTER GENAP
STATU: SENIN, 12 MARET, Ruang Soentoro Isman, 16.30-18.00
PE2: SENIN, 19 MARET, Ruang PGN, 16.30-18.00
MATELA: RABU, 21 MARET, Ruang PGN, 16.30-18.00
MAKRO1: RABU, 21 MARET, Ruang PGN, 14.00-16.30
Raker I Kanopi 2012
Raker atau Rapat Kerja Kanopi merupakan program kerja Biro Internal, agenda Rapat Kerja itu sendiri adalah presentasi Program Kerja masing-masing Biro dan Divisi dalam kepengurusan Kanopi 2012 yang lalu akan dirundingkan dan disahkan agar dapat berjalan dengan baik. Raker kali ini berlangsung 2 hari, yaitu 10-11 Maret 2012 dengan tempat yang berbeda pula. Hari pertama Raker dimulai tepat jam 9 di Gedung B FEUI, sedangkan Raker hari kedua dilaksanakan di rumah Raisha Nurul Zahra [Kabiro Hublu Kanopi 2012] yang terletak di area Poltangan.
Acara dibuka oleh Biro Internal selaku pelaksana dengan terlebih dahulu memberikan peraturan rapat agar berlangsung dengan lancar baru kemudian dilanjutkan oleh presentasi proker masing-masing divisi/biro, urutan presentasi hari pertama ialah: Divisi PSDM, Divisi Kajian, Divisi Dana, Divisi Internal, Divisi Penelitian. Divisi PSDM selaku penyelenggara acara berlingkup satu jurusan Ilmu Ekonomi dengan berbagai angkatan menuai pertanyaan demi pertanyaan, lalu Divisi Kajian dengan prokernya yang bernuansa ilmiah yang juga mendapat feedback yang cukup ramai, dilanjutkan oleh Biro Dana yang merupakan ujung tombak dengan prokernya yang berfungsi sebagai pencari dana guna keberlangsungan acara Kanopi, dan diteruskan dengan presentasi Biro Internal yang bersemangat selaku pelaksana dan prokernya yang bertujuan mendekatkan keluarga Kanopi. Selesainya presentasi oleh Biro Internal, acara dilanjutkan dengan ISHOMA sebelum dilanjutkan lagi dengan presentasi dari Divisi Penelitian dengan prokernya yang juga bernuansa ilmiah seperti Divisi Kajian, dan dengan presentasi oleh Divisi Penelitian pula hari pertama Rapat Kerja selesai.
Hari kedua Raker Kanopi berlangsung lebih bersemangat dan juga lebih singkat, dikarenakan hanya 3 divisi/biro dan PI yang mendapat giliran. Raker diawali oleh Biro Penerbitan dan Informasi dengan slide presentasi yang khas & berbeda dari tahun ke tahun yang dilanjutkan dengan presentasi dari Biro Hubungan Luar. Setelah semua Biro dan Divisi selesai, presentasi dilanjutkan oleh Divisi Proyek dengan PJ IEO, yaitu Widiani Putri yang menjelaskan secara ringkas tentang IEO serta parameter keberhasilan yang baru bagi IEO 2013. Begitu pula Ruslan Abdul Gani sebagai PJ Economix yang juga memaparkan rencana Economix tahun ini dengan video presentasi yang menarik. Presentasi urutan terakhir oleh Pengurus Inti sempat berlangsung tegang namun berujung pada perundingan ulang setelah Raker. Setelah itu, dilanjutkan oleh ISOMA dan foto-foto bersama seluruh anggota Kanopi FEUI 2012. Sempat terjadi kesulitan saat mengeluarkan mobil Paramagarjito Budi Irtanto [Sekum Kanopi 2012], hingga memakan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkannya karena tempatnya yang sempit, namun akhirnya bisa keluar parkir tanpa cacat. Selesailah Raker Kanopi FEUI selama dua hari yang berjalan dengan lancar dan menyenangkan, semoga proker yang sudah dipresentasikan dapat berjalan dengan sukses dan memuaskan.
Read more
Acara dibuka oleh Biro Internal selaku pelaksana dengan terlebih dahulu memberikan peraturan rapat agar berlangsung dengan lancar baru kemudian dilanjutkan oleh presentasi proker masing-masing divisi/biro, urutan presentasi hari pertama ialah: Divisi PSDM, Divisi Kajian, Divisi Dana, Divisi Internal, Divisi Penelitian. Divisi PSDM selaku penyelenggara acara berlingkup satu jurusan Ilmu Ekonomi dengan berbagai angkatan menuai pertanyaan demi pertanyaan, lalu Divisi Kajian dengan prokernya yang bernuansa ilmiah yang juga mendapat feedback yang cukup ramai, dilanjutkan oleh Biro Dana yang merupakan ujung tombak dengan prokernya yang berfungsi sebagai pencari dana guna keberlangsungan acara Kanopi, dan diteruskan dengan presentasi Biro Internal yang bersemangat selaku pelaksana dan prokernya yang bertujuan mendekatkan keluarga Kanopi. Selesainya presentasi oleh Biro Internal, acara dilanjutkan dengan ISHOMA sebelum dilanjutkan lagi dengan presentasi dari Divisi Penelitian dengan prokernya yang juga bernuansa ilmiah seperti Divisi Kajian, dan dengan presentasi oleh Divisi Penelitian pula hari pertama Rapat Kerja selesai.
Hari kedua Raker Kanopi berlangsung lebih bersemangat dan juga lebih singkat, dikarenakan hanya 3 divisi/biro dan PI yang mendapat giliran. Raker diawali oleh Biro Penerbitan dan Informasi dengan slide presentasi yang khas & berbeda dari tahun ke tahun yang dilanjutkan dengan presentasi dari Biro Hubungan Luar. Setelah semua Biro dan Divisi selesai, presentasi dilanjutkan oleh Divisi Proyek dengan PJ IEO, yaitu Widiani Putri yang menjelaskan secara ringkas tentang IEO serta parameter keberhasilan yang baru bagi IEO 2013. Begitu pula Ruslan Abdul Gani sebagai PJ Economix yang juga memaparkan rencana Economix tahun ini dengan video presentasi yang menarik. Presentasi urutan terakhir oleh Pengurus Inti sempat berlangsung tegang namun berujung pada perundingan ulang setelah Raker. Setelah itu, dilanjutkan oleh ISOMA dan foto-foto bersama seluruh anggota Kanopi FEUI 2012. Sempat terjadi kesulitan saat mengeluarkan mobil Paramagarjito Budi Irtanto [Sekum Kanopi 2012], hingga memakan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkannya karena tempatnya yang sempit, namun akhirnya bisa keluar parkir tanpa cacat. Selesailah Raker Kanopi FEUI selama dua hari yang berjalan dengan lancar dan menyenangkan, semoga proker yang sudah dipresentasikan dapat berjalan dengan sukses dan memuaskan.
Selamat Bergabung, Staff Kanopi FEUI 2012!
Selamat Bergabung, Staff Kanopi FEUI 2012!
Rangkaian Open Recruitment Staff Kanopi dibuka dengan pengumpulan form pendaftaran dari 14-21 Februari 2012 di stand Kanopi yang terletak di Batang maupun melalui sms. Dilanjutkan dengan sesi wawancara dari 21-24 Februari dan sesi Focus Group Discussion hari Senin, 27 Februari lalu di depan Bank Muamalat Gedung B FEUI yang berjalan dengan lancar.
Setelah melalui proses seleksi, akhirnya nama staff Kanopi diumumkan dan pada akhirnya Rapat Plen0 Kanopi FEUI 2012 untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tanggal 1 Mei kemarin di ruang PGN Departemen Ilmu Ekonomi.
Berikut ini susunan pengurus lengkap Kanopi FEUI periode 2012-2013
Ketua Umum : Samuel Nursamsu
Sekretaris Umum : Paramagarjito B. Irtanto
Bendahara Umum : Atika Amalia
Controller : Rendra Sebastian Delano
PJ 10th Economix : Ruslan Abdul Gani
PJ IEO 2013 : Widiani Putri
DIVISI
Divisi Kajian
Kepala Divisi : Nathaniel Rayestu Abdulrachman
Wakil Kepala Divisi : Frida Putri
Staff
• Alvin Ulido L
• Jalu Dibyo S
• Rachel Elizabeth H
• Rahmad Reksa
• Wildan Noor Rahman
Divisi Penelitian
Kepala Divisi : Dwi Indahayu
Wakil Kepala Divisi : Nadia Refaniadewi
Staff
• Aldi Andalan
• Huda Jamilah
• Priyo Budi Hutomo
• Rani Apriana
• Rihlah Romdonyah
Divisi Pengembangan SDM
Kepala Divisi : Jefri Jovian Otto
Wakil Kepala Divisi : Diah Pramedia
Staff
• Hendi Mikail
• Pradipta Faikar
• Putri Piesca S
• Retno Handayani
BIRO
Biro Dana
Kepala Biro : Mutiara Alam
Wakil Kepala Biro : Sri Rezeki Handayani
Staff
• Adinova Fauri
• Irene Simbolon
• Iswatun Khasana
• Rizky Amalia N
• Nur Choliq WS
Biro Hublu
Kepala Biro : Raisha Nurul Zahra
Wakil Kepala Biro : Carolina Margaretha
Staff
• Faiqa Fitriani
• Cindy Arita Halim
• Ghaisani Shabrina
• Fatimah Zahra
Biro Penerbitan & Informasi
Kepala Biro : Gadis Mahkota
Wakil Kepala Biro : Ravi Garibaldi
Staff
• Dian Purnamasari
• Itna Fawzia
• Ranny Ayu Putri
• Silvany Theresia
Biro Internal
Kepala Biro : Nurhadi Mulyana
Wakil Kepala Biro : Pusparani
Staff
• Tri Wahyu Yuliani
• Ita Alvionita
• Nita Nurjannah
• Fikri Hidayatullah
Sekali lagi, Selamat bergabung dengan Keluarga Kanopi!
Read more
Rangkaian Open Recruitment Staff Kanopi dibuka dengan pengumpulan form pendaftaran dari 14-21 Februari 2012 di stand Kanopi yang terletak di Batang maupun melalui sms. Dilanjutkan dengan sesi wawancara dari 21-24 Februari dan sesi Focus Group Discussion hari Senin, 27 Februari lalu di depan Bank Muamalat Gedung B FEUI yang berjalan dengan lancar.
Setelah melalui proses seleksi, akhirnya nama staff Kanopi diumumkan dan pada akhirnya Rapat Plen0 Kanopi FEUI 2012 untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tanggal 1 Mei kemarin di ruang PGN Departemen Ilmu Ekonomi.
Berikut ini susunan pengurus lengkap Kanopi FEUI periode 2012-2013
Ketua Umum : Samuel Nursamsu
Sekretaris Umum : Paramagarjito B. Irtanto
Bendahara Umum : Atika Amalia
Controller : Rendra Sebastian Delano
PJ 10th Economix : Ruslan Abdul Gani
PJ IEO 2013 : Widiani Putri
DIVISI
Divisi Kajian
Kepala Divisi : Nathaniel Rayestu Abdulrachman
Wakil Kepala Divisi : Frida Putri
Staff
• Alvin Ulido L
• Jalu Dibyo S
• Rachel Elizabeth H
• Rahmad Reksa
• Wildan Noor Rahman
Divisi Penelitian
Kepala Divisi : Dwi Indahayu
Wakil Kepala Divisi : Nadia Refaniadewi
Staff
• Aldi Andalan
• Huda Jamilah
• Priyo Budi Hutomo
• Rani Apriana
• Rihlah Romdonyah
Divisi Pengembangan SDM
Kepala Divisi : Jefri Jovian Otto
Wakil Kepala Divisi : Diah Pramedia
Staff
• Hendi Mikail
• Pradipta Faikar
• Putri Piesca S
• Retno Handayani
BIRO
Biro Dana
Kepala Biro : Mutiara Alam
Wakil Kepala Biro : Sri Rezeki Handayani
Staff
• Adinova Fauri
• Irene Simbolon
• Iswatun Khasana
• Rizky Amalia N
• Nur Choliq WS
Biro Hublu
Kepala Biro : Raisha Nurul Zahra
Wakil Kepala Biro : Carolina Margaretha
Staff
• Faiqa Fitriani
• Cindy Arita Halim
• Ghaisani Shabrina
• Fatimah Zahra
Biro Penerbitan & Informasi
Kepala Biro : Gadis Mahkota
Wakil Kepala Biro : Ravi Garibaldi
Staff
• Dian Purnamasari
• Itna Fawzia
• Ranny Ayu Putri
• Silvany Theresia
Biro Internal
Kepala Biro : Nurhadi Mulyana
Wakil Kepala Biro : Pusparani
Staff
• Tri Wahyu Yuliani
• Ita Alvionita
• Nita Nurjannah
• Fikri Hidayatullah
Sekali lagi, Selamat bergabung dengan Keluarga Kanopi!
Kajian Post: Membaiknya Perekonomian Indonesia : Sebuah Catatan Kecil
Oleh: Wildan Noor Ramadhan | Staff Kajian Kanopi FEUI | Ilmu Ekonomi 2010
Jujur saya muak. Muak dengan segala pemberitaan di media elektronik. Dulu, saat SMP dan SMA, saya sering dan senang sekali menonton berita di TV. Ada keseruan tersendiri ketika banyak hal baru yang kita tahu, dan orang lain belum tahu. Namun entah mengapa sekarang semua terasa berbeda, saya anti nonton berita di tv. Anti melihat pemberitaan-pemberitaan pesimis yang kadang terlalu skeptis. Anti nonton drama politik yang entah kapan ujungnya. Yang terakhir yang membuat saya muak menonton tv adalah peran televisi yang seolah menjadi oposisi, tanpa bisa objektif melihat permasalahan yang ada, terutama bidang ekonomi.
Bisa dihitung jari, berapa kali berita mengenai investment grade masuk berita tv dan digembor-gemborkan? Beda lagi dengan pemberitaan korupsi pemerintah yang tiada henti ditayangkan. Berangkat dari masalah tersebut saya tergerak untuk iseng, mencoba menerapkan ilmu kuliah untuk sesuatu yang bermanfaat, minimal untuk saya sendiri. Isu yang paling gencar saat ini adalah optimisme perekonomian Indonesia yang semakin baik. Oleh karena itu, berikut catatan kecil saya mengenai beberapa indikator perekonomian Indonesia yang notabene membaik.
Indikator yang pertama mengenai membaiknya perekonomian Indonesia yang bisa kita lihat adalah rasio utang luar negeri terhadap PDB. Bisa dilihat bahwa dari tahun ketahun mengalami penurunan. Hingga pada tahun 2010 rasio utang terhadap PDB Indonesia hanya 16,3%
Rasio yang terus menurun dari tahun ke tahun ini berimplikasi pada sebuah prestasi. Dua lembaga pemeringkat internasional telah menaikkan peringkat surat utang Indonesia setingkat lebih tinggi. Pada 15 Desember 2011, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- dari sebelumnya BB+. Kini giliran Moody’s Investor Services mengangkat peringkat surat utang pemerintah Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3. Ada empat faktor yang mendorong Moody’s menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia. Pertama, Moody’s mengantisipasi kebijakan finansial akan sejalan dengan peringkat Baa. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanannya terhadap guncangan eksternal. Ketiga, adanya kebijakan mengatasi kerentanan finansial. Dan keempat, sistem perbankan yang sehat dan mampu menahan guncangan. Inilah yang dimaksud investment grade yang memang sudah diprediksi oleh Ekonom akan diperoleh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Investment grade adalah kategori suatu perusahaan atau negara yang dianggap memiliki kemampuan cukup untuk melunasi utangnya. Dalam investasi, pemeringkatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena menentukan suatu perusahaan atau negara bisa mendapatkan pendanaan saat menerbitkan obligasi. Pemeringkatan ini juga akan mempengaruhi kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan kepada investor. Perubahan peringkat suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi.
Indikator selanjutnya yang bisa kita analisis adalah pertumbuhan PDB perkapita Indonesia. PDB perkapita Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang siginifikan. Pendapatan perkapita Indonesia tahun 2009 sebesar 2350 USD dan di tahun 2010 sudah mencapai 3005 USD. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 adalah tertinggi ke-3 didunia setelah china dan India, dan tahun 2010 lalu diperkirakan pertumbuhan ekonomi kita 6%, ini artinya lebih dari 2 kali lipat pertumbuhan eropa dan amerika. Kondisi ekonomi yang semakin baik, didukung kualitas demografi Indonesia yang sangat menarik karena separuh dari jumlah penduduk Indonesia masih berusia muda dan produktif. Sebanyak 50 persen populasi penduduk Indonesia berusia 29 tahun ke bawah, karena itu di sebut generasi smash, generasi anak muda, dan ini sesuatu yang menarik bagi investor, sebab mereka mencari sumber daya manusia produktif. Mungkin ini yang disebut middle class yang akan mengcreate demand for everything.1
Peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini memang cukup berbeda dengan apa yang sedang terjadi di perekonomian global, terutama kondisi di beberapa negara eropa. Maka dari itu banyak sekali Ekonom dari berbagai negara yang memuji pertumbuhan dan kekuatan ekonomi Indonesia ditengah krisis dunia. Dahulu Indonesia sangat very highly rely on Eropa, Jepang dan Amerika. Kalau ketiga negara atau kawasan ini mengalami masalah, kita cepat terkena imbasnya. Tetapi sekarang sudah tidak lagi. Karena peranan ketiga negara ini dalam perekonomian dunia makin kecil. Dan pertumbuhan ekonomi dunia sekarang dipimpin oleh Asia, yakni China, India, dan Korea.2 Ini hal yang baik bukan?
Yang terakhir yang menjadi pendukung adalah cadangan devisa yang semakin besar. Bahkan di 2010 mencapi 96,2 Milyar USD, terbesar dalam sejarah. Ini menggambarkan keamanan kurs yang baik, juga ketahanan Indonesia yang makin kuat terhadap guncangan-guncangan ekonomi dari luar negeri. Ini juga bisa menjadi kepercayaan bagi para investor asing bahwa Indonesia merupakan tempat yang “aman” untuk melakukan kegiatan ekonomi. Semoga perkembangan perekonomian Indonesia yang sudah sesuai track ini dapat terus membaik sesuai dengan harapan. Demikianlah catatan kecil saya mengenai gambaran kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Semoga bermanfaat!
1 Gita wirjawan, 2011
2 Faisal Basri, 2010
Read more
Jujur saya muak. Muak dengan segala pemberitaan di media elektronik. Dulu, saat SMP dan SMA, saya sering dan senang sekali menonton berita di TV. Ada keseruan tersendiri ketika banyak hal baru yang kita tahu, dan orang lain belum tahu. Namun entah mengapa sekarang semua terasa berbeda, saya anti nonton berita di tv. Anti melihat pemberitaan-pemberitaan pesimis yang kadang terlalu skeptis. Anti nonton drama politik yang entah kapan ujungnya. Yang terakhir yang membuat saya muak menonton tv adalah peran televisi yang seolah menjadi oposisi, tanpa bisa objektif melihat permasalahan yang ada, terutama bidang ekonomi.
Bisa dihitung jari, berapa kali berita mengenai investment grade masuk berita tv dan digembor-gemborkan? Beda lagi dengan pemberitaan korupsi pemerintah yang tiada henti ditayangkan. Berangkat dari masalah tersebut saya tergerak untuk iseng, mencoba menerapkan ilmu kuliah untuk sesuatu yang bermanfaat, minimal untuk saya sendiri. Isu yang paling gencar saat ini adalah optimisme perekonomian Indonesia yang semakin baik. Oleh karena itu, berikut catatan kecil saya mengenai beberapa indikator perekonomian Indonesia yang notabene membaik.
Indikator yang pertama mengenai membaiknya perekonomian Indonesia yang bisa kita lihat adalah rasio utang luar negeri terhadap PDB. Bisa dilihat bahwa dari tahun ketahun mengalami penurunan. Hingga pada tahun 2010 rasio utang terhadap PDB Indonesia hanya 16,3%
Rasio yang terus menurun dari tahun ke tahun ini berimplikasi pada sebuah prestasi. Dua lembaga pemeringkat internasional telah menaikkan peringkat surat utang Indonesia setingkat lebih tinggi. Pada 15 Desember 2011, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- dari sebelumnya BB+. Kini giliran Moody’s Investor Services mengangkat peringkat surat utang pemerintah Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3. Ada empat faktor yang mendorong Moody’s menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia. Pertama, Moody’s mengantisipasi kebijakan finansial akan sejalan dengan peringkat Baa. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanannya terhadap guncangan eksternal. Ketiga, adanya kebijakan mengatasi kerentanan finansial. Dan keempat, sistem perbankan yang sehat dan mampu menahan guncangan. Inilah yang dimaksud investment grade yang memang sudah diprediksi oleh Ekonom akan diperoleh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Investment grade adalah kategori suatu perusahaan atau negara yang dianggap memiliki kemampuan cukup untuk melunasi utangnya. Dalam investasi, pemeringkatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena menentukan suatu perusahaan atau negara bisa mendapatkan pendanaan saat menerbitkan obligasi. Pemeringkatan ini juga akan mempengaruhi kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan kepada investor. Perubahan peringkat suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi.
Indikator selanjutnya yang bisa kita analisis adalah pertumbuhan PDB perkapita Indonesia. PDB perkapita Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang siginifikan. Pendapatan perkapita Indonesia tahun 2009 sebesar 2350 USD dan di tahun 2010 sudah mencapai 3005 USD. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 adalah tertinggi ke-3 didunia setelah china dan India, dan tahun 2010 lalu diperkirakan pertumbuhan ekonomi kita 6%, ini artinya lebih dari 2 kali lipat pertumbuhan eropa dan amerika. Kondisi ekonomi yang semakin baik, didukung kualitas demografi Indonesia yang sangat menarik karena separuh dari jumlah penduduk Indonesia masih berusia muda dan produktif. Sebanyak 50 persen populasi penduduk Indonesia berusia 29 tahun ke bawah, karena itu di sebut generasi smash, generasi anak muda, dan ini sesuatu yang menarik bagi investor, sebab mereka mencari sumber daya manusia produktif. Mungkin ini yang disebut middle class yang akan mengcreate demand for everything.1
Peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini memang cukup berbeda dengan apa yang sedang terjadi di perekonomian global, terutama kondisi di beberapa negara eropa. Maka dari itu banyak sekali Ekonom dari berbagai negara yang memuji pertumbuhan dan kekuatan ekonomi Indonesia ditengah krisis dunia. Dahulu Indonesia sangat very highly rely on Eropa, Jepang dan Amerika. Kalau ketiga negara atau kawasan ini mengalami masalah, kita cepat terkena imbasnya. Tetapi sekarang sudah tidak lagi. Karena peranan ketiga negara ini dalam perekonomian dunia makin kecil. Dan pertumbuhan ekonomi dunia sekarang dipimpin oleh Asia, yakni China, India, dan Korea.2 Ini hal yang baik bukan?
Yang terakhir yang menjadi pendukung adalah cadangan devisa yang semakin besar. Bahkan di 2010 mencapi 96,2 Milyar USD, terbesar dalam sejarah. Ini menggambarkan keamanan kurs yang baik, juga ketahanan Indonesia yang makin kuat terhadap guncangan-guncangan ekonomi dari luar negeri. Ini juga bisa menjadi kepercayaan bagi para investor asing bahwa Indonesia merupakan tempat yang “aman” untuk melakukan kegiatan ekonomi. Semoga perkembangan perekonomian Indonesia yang sudah sesuai track ini dapat terus membaik sesuai dengan harapan. Demikianlah catatan kecil saya mengenai gambaran kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Semoga bermanfaat!
1 Gita wirjawan, 2011
2 Faisal Basri, 2010
Kajian Post: Has Greed Ever Been Good?
Oleh: Alvin Ulido Lumbanraja | Staff Divisi Kajian Kanopi 2012 | Ilmu Ekonomi 2011
“Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan” - St. Paulus
Saya sedang bersantai sore ketika saya melihat kultwit tentang pola konsumsi dunia yang makin mengkhawatirkan. Pada awalnya, saya tidak terlalu memperhatikan isu pola konsumsi masyarakat dunia ataupun isu-isu lingkungan lainnya yang mencuat di media. Namun, angka-angka yang disajikan dalam kultwit itu lebih dari cukup untuk menggelitik saya; diperlukan 1.3 planet bumi untuk mempertahankan pola konsumsi saat ini, serta perlu 7 planet bumi apabila seluruh dunia mengikuti pola konsumsi yang mirip dengan masyarakat Amerika Serikat. Masalah lingkungan baru akan benar-benar terasa menjelang pertengahan abad 21.
Setelah saya merenung lebih jauh, saya melihat bahwa masalah ini sebenarnya memiliki akar yang tidak terlalu mengejutkan; ketamakan (greed). Perenungan lebih jauh mengantar saya pada kesimpulan awal bahwa selain dalam masalah dengan alam, ketamakan adalah akar dari segala masalah ekonomi dunia lainnya. Namun sebelum anda mulai menghakimi saya sebagai seorang yang sok sosialis, sok peduli lingkungan, atau sok religius, kita harus melihat lebih jauh apa yang diciptakan dan diberikan rasa tamak terhadap sistem ekonomi dunia yang ada saat ini.
Perkataan “tamak itu baik”, dipopulerkan oleh Gordon Gekko dalam film Wall Street, melambangkan nilai-nilai yang ada dalam ekonomi itu sendiri. Ketamakan, diakui ataupun tidak, adalah dasar dari seluruh ideologi ekonomi yang dicita-citakan manusia. Rasa tamak, dibumbui rasa iri, mendorong manusia untuk membuat bagi dirinya sesuatu yang lebih; lebih besar ataupun lebih kecil, lebih indah, lebih canggih, serta lebih baik dibanding segala sesuatu yang telah ada. Rasa tamak, dibumbui rasa tidak percaya diri, menimbulkan penyakit ikut-ikutan, atau dalam bahasa Inggris populer disebut “Keeping Up With the Joneses”. Ketamakan, bersama rasa takut, adalah proyeksi citra kemanusiaan. Ia adalah ruh dari manusia, kemanusiaan, serta peradaban.
Saya secara pribadi tidak terlalu mempersoalkan rasa tamak dalam diri manusia. Tamak itu bukan hanya baik [sic], namun juga manusiawi. Masing-masing manusia, bahkan yang paling dermawan sekalipun, memiliki rasa tamak. Permasalahan muncul ketika kita membahas akibat dari ketamakan manusia bagi sekitarnya, atau dengan bahasa canggih, eksternalitas dari ketamakan, kita akan lebih banyak melihat eksternalitas negatif dari ketamakan, seperti pada masalah yang saya uraikan sebelumnya.
Apabila ketamakan adalah ruh peradaban, lantas apa yang salah?
Adam Smith pernah berkata bahwa dengan mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, manusia sebagai individu dapat mencapai kemajuan bersama di masyarakat. Saya tidak menganggap pernyataan tersebut salah, namun apakah pernyataan ini merupakan suatu pembenaran yang tepat bagi ketamakan? Apakah ketamakan itu sendiri bisa dibenarkan?
Ketamakan mendorong manusia untuk mencapai kesejahtaraan materiil. Pengejaran kekayaan materiil bukan hanya memberikan kepuasan yang paling cepat, namun juga paling mudah bagi manusia. Ketamakanlah yang membuat para industrialis dan kaum kaya mengonsumsi barang-barang mewah yang terbaik. Ketamakanlah yang membuat kaum kelas menengah meniru-niru konsumsi berlebihan kaum kaya. Ketamakanlah yang membuat banyak masyarakat kelas pekerja mencoba hidup di luar batas kemampuannya. Namun, ada harga yang harus dibayar dari konsumsi-konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Mereka menghadapi kendala berupa batasan sumber daya yang mampu diberikan bumi. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menambah batasan yang ada dengan teknologi yang ada sekarang.
Namun, adakah individu yang mau bertanggung jawab apabila mereka terus menerus menambah daftar belanja mereka dengan harga sebuah risiko hilangnya sumber-sumber daya strategis di masa depan? Ironis bahwa buku-buku teks ekonomi memampatkan kisah mengenai Tragedy of the Commons bersama dengan anjuran untuk meningkatkan konsumsi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dalam satu buku. Siapa yang rela dianggap dungu dengan menganjurkan pengendalian pertumbuhan ekonomi dengan cara menahan percepatan laju konsumsi? Ekonom tampaknya berguru lebih sedikit pada pengalaman dibanding yang kita kira. Siapa yang peduli?
Sepertinya sang ruh peradaban tengah menghancurkan peradaban itu sendiri
Read more
“Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan” - St. Paulus
Saya sedang bersantai sore ketika saya melihat kultwit tentang pola konsumsi dunia yang makin mengkhawatirkan. Pada awalnya, saya tidak terlalu memperhatikan isu pola konsumsi masyarakat dunia ataupun isu-isu lingkungan lainnya yang mencuat di media. Namun, angka-angka yang disajikan dalam kultwit itu lebih dari cukup untuk menggelitik saya; diperlukan 1.3 planet bumi untuk mempertahankan pola konsumsi saat ini, serta perlu 7 planet bumi apabila seluruh dunia mengikuti pola konsumsi yang mirip dengan masyarakat Amerika Serikat. Masalah lingkungan baru akan benar-benar terasa menjelang pertengahan abad 21.
Setelah saya merenung lebih jauh, saya melihat bahwa masalah ini sebenarnya memiliki akar yang tidak terlalu mengejutkan; ketamakan (greed). Perenungan lebih jauh mengantar saya pada kesimpulan awal bahwa selain dalam masalah dengan alam, ketamakan adalah akar dari segala masalah ekonomi dunia lainnya. Namun sebelum anda mulai menghakimi saya sebagai seorang yang sok sosialis, sok peduli lingkungan, atau sok religius, kita harus melihat lebih jauh apa yang diciptakan dan diberikan rasa tamak terhadap sistem ekonomi dunia yang ada saat ini.
Perkataan “tamak itu baik”, dipopulerkan oleh Gordon Gekko dalam film Wall Street, melambangkan nilai-nilai yang ada dalam ekonomi itu sendiri. Ketamakan, diakui ataupun tidak, adalah dasar dari seluruh ideologi ekonomi yang dicita-citakan manusia. Rasa tamak, dibumbui rasa iri, mendorong manusia untuk membuat bagi dirinya sesuatu yang lebih; lebih besar ataupun lebih kecil, lebih indah, lebih canggih, serta lebih baik dibanding segala sesuatu yang telah ada. Rasa tamak, dibumbui rasa tidak percaya diri, menimbulkan penyakit ikut-ikutan, atau dalam bahasa Inggris populer disebut “Keeping Up With the Joneses”. Ketamakan, bersama rasa takut, adalah proyeksi citra kemanusiaan. Ia adalah ruh dari manusia, kemanusiaan, serta peradaban.
Saya secara pribadi tidak terlalu mempersoalkan rasa tamak dalam diri manusia. Tamak itu bukan hanya baik [sic], namun juga manusiawi. Masing-masing manusia, bahkan yang paling dermawan sekalipun, memiliki rasa tamak. Permasalahan muncul ketika kita membahas akibat dari ketamakan manusia bagi sekitarnya, atau dengan bahasa canggih, eksternalitas dari ketamakan, kita akan lebih banyak melihat eksternalitas negatif dari ketamakan, seperti pada masalah yang saya uraikan sebelumnya.
Apabila ketamakan adalah ruh peradaban, lantas apa yang salah?
Adam Smith pernah berkata bahwa dengan mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, manusia sebagai individu dapat mencapai kemajuan bersama di masyarakat. Saya tidak menganggap pernyataan tersebut salah, namun apakah pernyataan ini merupakan suatu pembenaran yang tepat bagi ketamakan? Apakah ketamakan itu sendiri bisa dibenarkan?
Ketamakan mendorong manusia untuk mencapai kesejahtaraan materiil. Pengejaran kekayaan materiil bukan hanya memberikan kepuasan yang paling cepat, namun juga paling mudah bagi manusia. Ketamakanlah yang membuat para industrialis dan kaum kaya mengonsumsi barang-barang mewah yang terbaik. Ketamakanlah yang membuat kaum kelas menengah meniru-niru konsumsi berlebihan kaum kaya. Ketamakanlah yang membuat banyak masyarakat kelas pekerja mencoba hidup di luar batas kemampuannya. Namun, ada harga yang harus dibayar dari konsumsi-konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Mereka menghadapi kendala berupa batasan sumber daya yang mampu diberikan bumi. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menambah batasan yang ada dengan teknologi yang ada sekarang.
Namun, adakah individu yang mau bertanggung jawab apabila mereka terus menerus menambah daftar belanja mereka dengan harga sebuah risiko hilangnya sumber-sumber daya strategis di masa depan? Ironis bahwa buku-buku teks ekonomi memampatkan kisah mengenai Tragedy of the Commons bersama dengan anjuran untuk meningkatkan konsumsi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dalam satu buku. Siapa yang rela dianggap dungu dengan menganjurkan pengendalian pertumbuhan ekonomi dengan cara menahan percepatan laju konsumsi? Ekonom tampaknya berguru lebih sedikit pada pengalaman dibanding yang kita kira. Siapa yang peduli?
Sepertinya sang ruh peradaban tengah menghancurkan peradaban itu sendiri
Kajian Post: Goodbye China, Hello Indonesia?
Oleh: Frida Yanti Putri Nababan | Wakil Ketua Divisi Kajian Kanopi 2012 | Ilmu Ekonomi 2010
Krisis Amerika dan Eropa belakangan ini telah menjadi indikasi melemahnya kekuatan negara-negara Barat dan mulai bergesernya kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur. IMF bahkan secara eksplisit mengatakan “Age of America” sudah hampir berakhir dan China akan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru hanya dalam 5 tahun mendatang (Market Watch).
Mengapa China diposisikan seoptimis itu? IMF menggunakan PPP (Purchasing Power Parity) sebagai alat untuk membandingkan ekonomi Amerika dengan China karena PPP mengukur secara cukup akurat besarnya pemasukan dan pengeluaran real masyarakat didalam ekonomi domestik. PPP di China diprediksikan akan naik dari $11.2 Trillion tahun 2011 menjadi $19 Trillion di tahun 2016 sedangkan Amerika akan tumbuh dari $15.2 Trillion ke $18.8 Trillion. Hal itu diprediksikan akan mengawali turunnya sumbangan output Amerika atas dunia sebesar 17.7 % sedangkan China akan menyentuh 18% dan akan terus tumbuh-hingga batas tertentu- akibat produktifitas tinggi yang berasal dari faktor produksi yang murah dan kebijakan devaluasi. Padahal 10 tahun lalu ekonomi Amerika 3 kali lebih besar dari China (Goldman Sach).
Namun, disisi lain Nouriel Roubini-Dr. Doom, Professor of Economics- menolak dengan tegas prediksi ini. Roubini mengatakan secara substansial Indonesia jauh lebih berpotensi untuk menjadi kekuatan baru ekonomi dunia. Hal senada juga diutarakan oleh Fitch (Jakarta Post). Di tahun 2030 Indonesia diprediksikan menjadi salah satu dari 6 negara terbesar di dunia. Indonesia memiliki inflasi yang rendah-meskipun penulis merasa hal ini bukan indikator yang cukup akurat,karena inflasi Indonesia masih bersifat artificial akibat kebijakan subsidi BBM yang masih belom jelas arahnya-, debt to GDP ratio yang masih relatif rendah (31.5 persen), young demographics dan economy pro-growth at 6.5% di tahun lalu yang memberi ruang untuk terus tumbuh secara signifikan. Meskipun sektor ekspor diprediksikan akan turun akibat krisis global, penulis melihat konsumsi domestik dan foreign direct investment tetap bisa menjadi ‘kaki’ yang mengokohkan berdirinya ekonomi Indonesia. Penulis sepakat dengan argument Roubini melihat saat ini China sedang overheating dengan pertumbuhan double digit yang tingkat inflasinya tinggi (10.5% untuk sektor makanan). Over-relying on export yang sangat berbahaya bagi China dalam kondisi global yang kurang bersahabat saat ini dan terperangkapnya China dalam kondisi overinvestment-fixed investment share of GDP bertambah mencapai 50% di tahun 2010 hingga 2011- menyebabkan perlambatan ekonomi China.
Terlepas dari apakah Indonesia lebih baik dari China atau tidak, yang terpenting adalah akankah Indonesia mampu membuktikan prediksi-prediksi optimis para ekonom tentang ekonomi masa depan Indonesia, terutama mempertanggungjawabkan pengakuan dunia terhadap posisi Indonesia yang belum lama ini naik ke level investment grade? So far, Indonesia sedang berada dalam kondisi makro dan ‘keberuntungan’ yang cukup baik. Namun sama seperti yang sering ditekankan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk bisa memanfaatkan peluang itu, diantaranya mengatasi defisiensi infrastruktur yang sering membuat berinvestasi di Indonesia menjadi costly, kurangnya diversifikasi ekspor-terutama barang jadi (final goods) yang bernilai jual tinggi dan bersaing-, budaya korupsi dan sistem birokrasi yang kurang efisien, yang cepat atau lambat berpotensi menjadi ‘bumerang’ bagi Indonesia sendiri.
Read more
Krisis Amerika dan Eropa belakangan ini telah menjadi indikasi melemahnya kekuatan negara-negara Barat dan mulai bergesernya kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur. IMF bahkan secara eksplisit mengatakan “Age of America” sudah hampir berakhir dan China akan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru hanya dalam 5 tahun mendatang (Market Watch).
Mengapa China diposisikan seoptimis itu? IMF menggunakan PPP (Purchasing Power Parity) sebagai alat untuk membandingkan ekonomi Amerika dengan China karena PPP mengukur secara cukup akurat besarnya pemasukan dan pengeluaran real masyarakat didalam ekonomi domestik. PPP di China diprediksikan akan naik dari $11.2 Trillion tahun 2011 menjadi $19 Trillion di tahun 2016 sedangkan Amerika akan tumbuh dari $15.2 Trillion ke $18.8 Trillion. Hal itu diprediksikan akan mengawali turunnya sumbangan output Amerika atas dunia sebesar 17.7 % sedangkan China akan menyentuh 18% dan akan terus tumbuh-hingga batas tertentu- akibat produktifitas tinggi yang berasal dari faktor produksi yang murah dan kebijakan devaluasi. Padahal 10 tahun lalu ekonomi Amerika 3 kali lebih besar dari China (Goldman Sach).
Namun, disisi lain Nouriel Roubini-Dr. Doom, Professor of Economics- menolak dengan tegas prediksi ini. Roubini mengatakan secara substansial Indonesia jauh lebih berpotensi untuk menjadi kekuatan baru ekonomi dunia. Hal senada juga diutarakan oleh Fitch (Jakarta Post). Di tahun 2030 Indonesia diprediksikan menjadi salah satu dari 6 negara terbesar di dunia. Indonesia memiliki inflasi yang rendah-meskipun penulis merasa hal ini bukan indikator yang cukup akurat,karena inflasi Indonesia masih bersifat artificial akibat kebijakan subsidi BBM yang masih belom jelas arahnya-, debt to GDP ratio yang masih relatif rendah (31.5 persen), young demographics dan economy pro-growth at 6.5% di tahun lalu yang memberi ruang untuk terus tumbuh secara signifikan. Meskipun sektor ekspor diprediksikan akan turun akibat krisis global, penulis melihat konsumsi domestik dan foreign direct investment tetap bisa menjadi ‘kaki’ yang mengokohkan berdirinya ekonomi Indonesia. Penulis sepakat dengan argument Roubini melihat saat ini China sedang overheating dengan pertumbuhan double digit yang tingkat inflasinya tinggi (10.5% untuk sektor makanan). Over-relying on export yang sangat berbahaya bagi China dalam kondisi global yang kurang bersahabat saat ini dan terperangkapnya China dalam kondisi overinvestment-fixed investment share of GDP bertambah mencapai 50% di tahun 2010 hingga 2011- menyebabkan perlambatan ekonomi China.
Terlepas dari apakah Indonesia lebih baik dari China atau tidak, yang terpenting adalah akankah Indonesia mampu membuktikan prediksi-prediksi optimis para ekonom tentang ekonomi masa depan Indonesia, terutama mempertanggungjawabkan pengakuan dunia terhadap posisi Indonesia yang belum lama ini naik ke level investment grade? So far, Indonesia sedang berada dalam kondisi makro dan ‘keberuntungan’ yang cukup baik. Namun sama seperti yang sering ditekankan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk bisa memanfaatkan peluang itu, diantaranya mengatasi defisiensi infrastruktur yang sering membuat berinvestasi di Indonesia menjadi costly, kurangnya diversifikasi ekspor-terutama barang jadi (final goods) yang bernilai jual tinggi dan bersaing-, budaya korupsi dan sistem birokrasi yang kurang efisien, yang cepat atau lambat berpotensi menjadi ‘bumerang’ bagi Indonesia sendiri.
Kajian Post: Konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas
Oleh: Rachmat Reksa Samudra | Staff Divisi Kajian Kanopi 2012 | Ilmu Ekonomi 2011
Dewasa ini, beredar berita bahwa pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yaitu premium, dari Rp4.500,00 menjadi Rp6.000,00. Kenaikan Rp1.500,00 ini banyak menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat. Ada beberapa pihak yang tidak menyetujui kenaikan BBM bersubsidi ini dengan alasan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak pro-rakyat dan berkontribusi atas bertambahnya jumlah orang miskin di Indonesia.
Namun, banyak pihak juga yang mengaminkan kebijakan pemerintah yang rencananya akan disahkan pada 1 April 2012. Mereka yang menyetujui kebijakan ini beralasan bahwa sesungguhnya dana subsidi BBM yang katanya tidak tepat sasaran ini lebih baik dialihfungsikan menjadi dana-dana subsidi di bidang yang lain. Selain itu, pengurangan subsidi BBM juga dapat menguruskan APBN.
Namun, seperti yang kita ketahui, minyak merupakan nonrenewable energy resource yang jumlahnya di dunia ini semakin langka dan sedikit. Belum lagi harga minyak di pasar internasional, seperti minyak Brent dan Nymex, yang menembus angka USD 120 per barrel, dan juga pengaruh geopolitik negara-negara penghasil minya di Timur Tengah yang sedang memanas, sehingga membuat harga minyak semakin melambung tinggi.
Ada baiknya, pemerintah Indonesia dalam jangka panjang mencoba untuk mengonversi BBM ke BBG (Bahan Bakar Gas). Hal ini harus dilakukan karena minyak yang semakin hari semakin langka dan mahal, juga karena ternyata harga BBG tidak bersubsidi jauh lebih murah daripada harga BBM bersubsidi. Harga BBG tidak bersubsisi dibanderol oleh Pertamina dengan harga sekitar Rp3.100,00 per liter—jauh lebih murah daripada BBM bersubsidi. BBG juga terbukti lebih ramah lingkungan daripada BBM, sehingga, dengan penggunaan BBG, dapat meminimalisasikan efek rumah kaca.
Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara penghasil gas alam terbanyak di dunia, sehingga memiliki cadangan gas alam yang banyak. Indonesia masih tercatat sebagai salah satu negara penghasil gas alam yang diakui dunia. Menurut data Departemen ESDM, pada 2008 total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 170,07 TCF (triliun kaki kubik). Dari jumlah tersebut, sebanyak 112,47 TCF merupakan gas alam terbuktikan, sementara 67,60 TCF sisanya belum terbuktikan alias potensial.
Jika volume produksi gas alam Indonesia konstan di angka 2,77 TCF per tahun, stok gas alam diprediksikan baru akan habis 68 tahun mendatang. Dengan begitu, tantangan terbesar pemerintah dalam pengembangan gas alam ke depan ialah bagaimana meningkatkan eksplorasi di sumur-sumur potensial dan menemukan sumur-sumur alternatif.
Dalam jangka panjang, pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan wacana konversi BBM ke BBG ini. Dimulai dari mensosialisasikan wacana ini—yang mudah-mudahan menjadi kebijakan ke depannya—kepada masyarakat luas, memberikan insentif atau subsidi yang bersifat short-term kepada masyarakat dalam hal pembelian dan pemasangan converter kit di kendaraan mereka, hingga mencangkan gerakan konsumsi BBG nasional sebesar lebih dari 50% total konsumsi energi Indonesia.
Namun, perjalanan program konversi BBM ke BBG ini harus diawasi secara ketat oleh pihak-pihak yang terkait, seperti Perusahaan Gas Negara (PGN), Pertamina, dan BPH Migas, agar program konversi ini dapat berjalan secara baik, benar, efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat luas dapat merasakan dampak konversi ini secara signifikan.
Referensi:
- http://www.venocoinc.com/community/learning/primarypetrol.pdf diakses pada 16 Februari 2012 @ 19.15 WIB
- http://www.alternativeenergysecret.com/fossil-fuels.html diakses pada 16 Februari 2012 @ 19.20 WIB
- http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam_terkompresi diakses pada 16 Februari 2012 @ 19.36 WIB
- http://www.buzzle.com/articles/advantages-and-disadvantages-of-natural-gas.html diakses pada 16 Februari 2012 @ 19.40 WIB
- http://suar.okezone.com/read/2010/01/03/283/290424/mencari-andalan-pengganti-minyak-bumi diakses pada 16 Februari 2012 @ 19.47 WIB
OPEN RECRUITMENT STAFF KANOPI FEUI 2012
OPEN RECRUITMENT STAFF KANOPI FEUI 2012
"Feel The Experience Like No Other"
Perekrutan staf Kanopi FEUI 2012 pada divisi dan biro:
1. Divisi Kajian
2. Divisi Penelitian
3. Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia
4. Biro Hubungan Luar
5. Biro Penerbitan dan Informasi
6. Biro Internal
7. Biro Dana
Persyaratan:
- Terdaftar sebagai mahasiswa aktif Ilmu Ekonomi FEUI angkatan 2010 dan 2011.
- Melengkapi Formulir Pendaftaran yang terdiri dari: Curriculum Vitae, Essay Alasan Mendaftarkan Diri serta Essay Ekonomi.
- Mendaftarkan diri dengan menuliskan nama di stand open recruitment staff Kanopi FEUI 2012 atau mengirimkan sms dengan format NAMA_NPM_PILIHAN1_PILIHAN2 ke 0815 9000 349 maksimal pada 19 Februari 2012 pukul 23.59 WIB.
- Mengikuti tahap wawancara pada 13-24 Februari 2012 (Waktu wawancara akan dikonfirmasi lebih lanjut).
- Menyerahkan formulir pendaftaran (sudah dijilid rangkap satu) saat tahap wawancara calon Staff Kanopi FEUI 2012.
- Mengikuti Focus Group Discussion pada Senin, 27 Februari 2012 pukul 16.30.
Penjelasan mengenai Kanopi FEUI 2012, deskripsi biro/divisi serta formulir pendaftaran dapat diunduh di: link
Warm Regards,
Kanopi FEUI 2012
Ayo Daftarkan Dirimu!
Susunan Kepengurusan KANOPI FEUI 2012
Susunan Kepengurusan KANOPI FEUI 2012
Ketua Umum : Samuel Nursamsu
Sekretaris Umum : Paramagarjito B. Irtanto
Bendahara Umum : Atika Amalia
Controller : Rendra Sebastian Delano
PJ 10th Economix : Ruslan Abdul Gani
PJ IEO 2013 : Widiani Putri
Divisi Kajian
Kepala : Nathaniel Rayestu Abdulrachman
Wakil Kepala : Frida Putri
Divisi Penelitian
Kepala : Dwi Indahayu
Wakil Kepala : Nadia Refaniadewi
Divisi PSDM
Kepala : Jefri Jovian Otto
Wakil Kepala : Diah Pramedia
Biro Hubungan Luar
Kepala : Raisha Nurul Zahra
Wakil Kepala : Carolina Margaretha
Biro Penerbitan dan Informasi
Kepala : Gadis Mahkota
Wakil Kepala : Ravi Garibaldi
Biro Internal
Kepala : Nurhadi Mulyana
Wakil Kepala : Pusparani
Biro Dana
Kepala : Mutiara Alam
Wakil Kepala : Sri Rezeki Handayani
About Us
- Kanopi FEUI
- Kanopi FEUI adalah organisasi yang mengkhususkan diri pada kajian, diskusi, serta penelitian, dan mengambil topik pada permasalahan ekonomi dan sosial di Indonesia secara makro. Selain itu, Kanopi FEUI juga memiliki fungsi sebagai himpunan mahasiswa untuk mahasiswa program studi S1 Ilmu Ekonomi dimana seluruh mahasiswa ilmu ekonomi merupakan anggota Kanopi FEUI.
Tulisan Kami
- "Membaiknya Perekonomian Indonesia: Sebuah Catatan Kecil" oleh Wildan Noor Ramadhan (Staff Divisi Kajian Kanopi FEUI 2012)
- "Konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas" oleh Rachmat Reksa Samudra (Staff Divisi Kajian Kanopi FEUI 2012)
- "Goodbye China, Hello Indonesia?" oleh Frida Yanti Putri Nababan (Wakil Ketua Divisi Kajian Kanopi FEUI 2012)
- "Has Greed Ever Been Good?" oleh Alvin Ulido Lumbanraja (Staff Divisi Kajian Kanopi FEUI 2012)











